KHAZANAH

PJ Bupati Aceh Tenggara Menyerahkan Dua Mualaf ke FDP

24 Januari 2025 – Banda Aceh. PJ Bupata Aceh Tenggara  Taufik, ST. MSI bersama Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara   Bahagiawati. S.Pd, M.AP.  menyerahkan dua orang anak mualaf Kepada Forum Dakwah untuk mendapat lanjutan Pendidikan lebih baik.  Sebenarnya kedua anak tersebut dari keluarga muslim namun setelah orang tuanya meninggal dan ibunya merantau ke Malaysia. Siti Zahra dan Siti Rahmah dititipkan oleh ibunya kepada keluarga non muslim kemudian  dititipkan ke sebuah panti asuhan non-muslim  di Sumatera Utara.

Setelah Dinas Sosial Aceh Tenggara mendapat kabar bahwa dua orang anak yang sejak  berusia tiga dan lima tahun berada di Panti Asuhan tidak sesuai dengan akidahnya aslinya,  tim Dinsos  menelusuri keberadaan anak tersebut kemudian mereka ditemukan di sebuah Panti Asuhan di Sumatra Utara. Lewat kerjasama antarlembaga pemerintah Aceh-Sumut, Zahra dan Rahmah berhasil dikembalikan ke Aceh Tenggara.  Kepala Dinsos Agara berinisiatif untuk mencari lembaga Pendidikan lebih baik kepada kedua anak yang sempat dimurtadkan, dengan harapan akan mendapat Pendidikan lebih baik. Oleh karena itu,  kedua anak tersebut diserakah kepada Forum Dakwah Perbatasan yang sudah lama bergerak untuk menyekolahkan anak anak perbatasan dan pedalaman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menunjukan keseriusannya dalam menangani masa depan Pendidikan dua anak terancam pindah agama dengan mengantar langsung dan menyerahkan secara resmi kepada ketua Forum Dakwah Perbatasan. Dalam sambutanya Pj Bupati Agara asal Aceh Besar itu menyampaikan bahwa bupati terpilih Aceh Tenggara akan mendukung kegiatan-kegiatan dakwah di Agara dan menggiatkan acara-acara peringatan hari besar Islam. Hadir juga dalam acara serah terima itu  Mohammad Haikal,ST. MIFA Kepala Baitul Mal Aceh,  dan menyatakan   mendukung lanjutan Pendidikan anak-anak mualaf perbatasan dan itu menjadi bagian dari kerjasama  Baitul Mal Aceh dengan Forum Dakwah Perbatasan, dan program  yang sudah berjalan adalah pembinaan Muallaf FDP untuk level satu dan level dua. Upaya pemberdayaan mualaf di sepanjang perbatasan menjadi konsern bersama  BMA dan FDP.

 Siti Rahmah dan Siti Zahrah disambut langsung ketua Forum Dakwah Perbatasan melalui kesepakatan tertulis yang ditangani oleh Dinsos Agara dan Ketua FDP. dr. Nurkhalis, Sp,Jp-FIHA.FassCC,  Dalam sambutannya menyapaikan bahwa FDP telah menyekolah anak-anak perbatasan dan pedalaman lebih dari dua ratus anak, dan kehadiran kedua anak yang telah dimurtakan dan kembali lagi ke agama fitrahnya merupakan penambahan jumlah anak-anak FDP, bukan sesuatu yang baru. Mereka punya peluang untuk melanjutkan belajar hingga S2 bahkan S3 baik dalam maupun luar negeri. FDP telah mengirim anak-anak perbatasan untuk belajar di Jakarta, Yogyakarta, dan tahun ini juga akan ada yang  belajar ke Makassar, demikian juga peluang ke Mesir, Turkey, Pakistan dan negara-negara lain.  Menyekolahkan anak-anak perbatasan merupakan program yang menjadi prioritas disamping program-program lain yang sedang berlangsung dan terus akan berkembang.

Serah terima yang berlangsung di ruang serba guna Dewan Dakwan Aceh pada tanggal 21 Januari 2025 turut hadir Ketua Dewan Aceh Prof. Dr. Muhammad AR.M.Ed, dalam perbincangannya beliau menyampaikan, fokus dakwah di perbatasan sebuah cita-cita lama yang kini baru terwujud dan ini bukan gerakan dakwah yang mudah, butuh kerja keras, tenaga, dana, fikiran yang maksimal untuk menjalankan program dakwah sepanjang perbatasan dan wilayah luar Aceh.

Oleh, Teuku Azhar Ibrahim

Forum Dakwah Perbatasan

Forum Dakwah Perbatasan (FDP) merupakan lembaga sosial keagamaan yang bertujuan untuk menjaga akidah umat Islam di perbatasan. FDP hadir sejak tahun 2015 di Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Subulussalam serta Aceh Tamiang dengan berbagai program yakni beasiswa pendidikan mulai dari pesantren, perguruan tinggi hingga pasca sarjana bagi anak-anak dari perbatasan dan pedalaman Aceh – Sumut, Pembangunan Masjid dan Mushalla di wilayah yang sulit terjangkau, pengobatan masal, pembangunan rumah dhuafa, pemberian modal usaha tanpa riba, penempatan Da’i di pedalaman, penyaluran hewan kurban serta Sekolah kader Da’i.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button