PERJUANGAN pendidikan sering kali tidak berjalan di jalan yang mudah. Bagi sebagian orang, kuliah adalah pilihan yang dekat dengan akses, fasilitas, dan dukungan ekonomi. Namun bagi dua mahasiswi binaan Forum Dakwah Perbatasan (FDP), perjalanan menuju bangku wisuda justru dimulai dari daerah pelosok dan wilayah perbatasan Aceh.
Setelah melalui proses panjang penuh perjuangan, dua penerima Beasiswa FDP akhirnya berhasil menyelesaikan studi mereka di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Banda Aceh dan resmi menuntaskan pendidikan hingga akhir.
LIPIA adalah lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang berada di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Arab Saudi. Fokus utamanya adalah mengajarkan ilmu agama Islam dan bahasa Arab.
Mereka adalah Evi Purba, mahasiswi asal Aceh Tenggara, serta Marjuwita dari Aceh Singkil, wilayah perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara.
Kelulusan keduanya menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana keterbatasan geografis tidak harus menjadi penghalang untuk menggapai pendidikan tinggi. Dari daerah yang jauh dari pusat pendidikan, mereka berangkat dengan mimpi besar: memperoleh ilmu dan kembali memberi manfaat kepada masyarakat.
Perjalanan menempuh pendidikan di Banda Aceh tentu bukan tanpa tantangan. Jarak yang jauh dari kampung halaman, adaptasi lingkungan akademik, hingga persoalan biaya hidup menjadi bagian dari realitas yang harus dijalani. Namun melalui pembinaan dan dukungan Beasiswa Forum Dakwah Perbatasan, keduanya mampu bertahan hingga menyelesaikan studi.
Program beasiswa yang dijalankan FDP selama ini tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, tetapi juga pembinaan generasi muda dari kawasan perbatasan agar memiliki bekal keilmuan, semangat dakwah, serta kepedulian sosial. Kelulusan Evi Purba dan Marjuwita menjadi salah satu bukti bahwa investasi pendidikan di wilayah pinggiran mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya guna.
“Dari pelosok perbatasan menuju hari kelulusan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan nyata perjuangan panjang yang dijalani dua mahasiswi tersebut. Di balik toga yang dikenakan pada hari wisuda, ada cerita tentang ketekunan, pengorbanan, serta harapan keluarga yang selama ini menyertai langkah mereka.
Kini, setelah menuntaskan pendidikan, harapan besar tertuju pada keduanya agar ilmu yang diperoleh menjadi keberkahan, membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat, serta menjadi cahaya dakwah di kampung halaman masing-masing.
FDP juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan sahabat kebaikan yang terus mendukung program beasiswa pendidikan bagi generasi di wilayah perbatasan. Dukungan tersebut diyakini menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi penerus yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki komitmen pengabdian bagi umat dan daerahnya.
Dokumentasi perjalanan wisuda dua mahasiswi binaan FDP juga dapat disaksikan melalui akun resmi TikTok FDP Media: FDP Media di TikTok. []



