BANDA ACEH – Semangat pengabdian di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan Forum Dakwah Perbatasan (FDP). Dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah, tim FDP bergerak menyusuri kawasan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara untuk menyalurkan paket lebaran bagi para mualaf, sekaligus memperkuat koordinasi dakwah dan pemberdayaan masyarakat di daerah terpencil.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama antara FDP dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam program bantuan paket lebaran Idul Adha yang menyasar para mualaf di wilayah perbatasan.
Sebanyak 20 mualaf menerima bantuan paket lebaran yang disalurkan di sejumlah titik wilayah perbatasan, meliputi Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Aceh Singkil, dan Subulussalam. Bantuan ini diharapkan menjadi dukungan moril sekaligus penguatan ukhuwah bagi para mualaf yang selama ini hidup di wilayah dengan keterbatasan akses pembinaan keagamaan.
Program Manager FDP, Teuku Azhar Ibrahim, Selasa (19/5) menjelaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar agenda distribusi bantuan sosial, melainkan bagian dari gerakan dakwah berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan masyarakat muslim di kawasan perbatasan.
Selain membagikan paket lebaran, tim FDP juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk agenda pertemuan dengan unsur kecamatan guna membahas penguatan program dakwah dan pengembangan basis pembinaan masyarakat.
Salah satu agenda penting dalam perjalanan tersebut adalah koordinasi rencana pembangunan markas atau pusat aktivitas FDP di Subulussalam. Keberadaan markas ini nantinya diharapkan menjadi pusat pembinaan dai, pelayanan mualaf, pendidikan keislaman, hingga penguatan ekonomi masyarakat perbatasan.
Dalam agenda lanjutan, tim juga bergerak menuju kawasan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, untuk melakukan pemetaan wilayah dakwah. Di salah satu kampung di kecamatan tersebut, FDP berencana menempatkan seorang dai pembina guna memperkuat pendampingan masyarakat dan pembinaan keagamaan secara intensif.
Menurut tim FDP, kehadiran dai di wilayah perbatasan menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mendampingi mualaf yang sering menghadapi tantangan sosial, ekonomi, maupun keterbatasan akses pendidikan agama.
Tidak hanya fokus pada pembinaan spiritual, FDP juga mulai menyosialisasikan Program Ekonomi Mualaf selama perjalanan tersebut. Program ini dirancang untuk membantu para mualaf memiliki kemandirian ekonomi melalui pendampingan usaha, penguatan keterampilan produktif, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Bagi FDP, dakwah di wilayah perbatasan tidak cukup hanya dilakukan melalui ceramah dan pembinaan keagamaan, tetapi juga perlu hadir dalam bentuk pemberdayaan nyata yang menyentuh kebutuhan hidup masyarakat.
Kerja sama dengan BAZNAS dalam penyaluran paket lebaran Idul Adha ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi jangka panjang bagi pelayanan masyarakat muslim di kawasan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, khususnya kelompok mualaf yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Melalui gerakan ini, FDP ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah terluar tidak berjalan sendiri, bahwa ada tangan-tangan dakwah yang hadir, membersamai, dan menguatkan mereka menuju kehidupan yang lebih berdaya, baik secara spiritual maupun ekonomi. []



