ACEH SINGKIL – Komitmen membina dan mendampingi para muallaf di wilayah perbatasan terus diperkuat oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP). Melalui program kunjungan langsung (home visit), para da’i secara intensif menyapa, membina, sekaligus menyalurkan bantuan kepada keluarga-keluarga muallaf di sejumlah titik di Kabupaten Aceh Singkil pada 30–31 Maret 2026
Salah satu kegiatan berlangsung di wilayah Danau Paris pada 30 Maret 2026. Da’i FDP, Ustadz Saprianto Ujung, melakukan kunjungan lanjutan ke kediaman keluarga Kartika Sialoho, seorang muallaf yang tengah memperdalam pemahaman Islam.
Kunjungan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) disambut hangat oleh keluarga, mencerminkan hubungan kekeluargaan yang kian erat antara da’i dan para muallaf binaan. Dalam pertemuan tersebut, pembinaan difokuskan pada penguatan akidah serta pemahaman dasar-dasar hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, da’i juga memberikan motivasi agar Kartika terus meningkatkan rasa ingin tahu terhadap ajaran Islam. Semangat belajar dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga konsistensi (istiqamah) dalam proses hijrah.
Di akhir kunjungan, FDP bersama BAZNAS menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar para muallaf di wilayah perbatasan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi sekaligus mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan.
Sehari berselang, pada 31 Maret 2026, kegiatan serupa dilanjutkan di Desa Kuta Batu, Kecamatan Simpang Kanan. Tim da’i mengunjungi keluarga Ibrahim Gulo dan istrinya, Otina Halawa, pasangan muallaf yang menjalani kehidupan sederhana sebagai petani kebun.
Ibrahim diketahui lebih dahulu memeluk Islam, sementara sang istri masih tergolong muallaf baru. Dalam keseharian, keduanya berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.
Pada kesempatan itu, para da’i memberikan penguatan tentang pentingnya membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Materi pembinaan difokuskan pada penyempurnaan ibadah harian, seperti menjaga shalat lima waktu, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta memahami peran suami dan istri dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Sebagai bentuk dukungan nyata, bantuan sembako dari BAZNAS turut diserahkan kepada keluarga tersebut. Diharapkan bantuan ini dapat membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan semangat dalam menjalani kehidupan sebagai keluarga Muslim.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar keluarga Ibrahim Gulo senantiasa diberikan kekuatan iman, keberkahan, serta ketenangan dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Tak hanya itu, pembinaan juga dilakukan kepada muallaf lainnya, yakni Ibu Reddi Berutu. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, ia mendapatkan bimbingan dasar-dasar Islam, mulai dari penguatan akidah, tata cara ibadah, hingga motivasi untuk tetap istiqamah sebagai seorang Muslimah.
Sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan, FDP dan BAZNAS juga menyerahkan santunan serta bantuan sembako kepada Ibu Reddi. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan harian, tetapi juga menjadi penyemangat dalam menapaki kehidupan baru dalam Islam.
Program pembinaan berbasis kunjungan langsung ini menjadi salah satu strategi dakwah humanis yang terus dikembangkan FDP bersama BAZNAS di wilayah perbatasan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial-ekonomi para muallaf.
Melalui upaya berkelanjutan ini, diharapkan para muallaf tidak hanya semakin mantap dalam keimanan, tetapi juga mampu menjalani kehidupan yang lebih sejahtera dan penuh keberkahan di tengah tantangan yang ada di wilayah perbatasan. []



