BERITA

Dai FDP Intensifkan Pembinaan Muallaf dan Keluarga Dhuafa di Pakpak Bharat

Pakpak Bharat, Sumatera Utara – Program pembinaan keislaman yang dilaksanakan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi para muallaf dan keluarga dhuafa di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Pakpak Bharat dan sekitarnya.

Sepanjang Februari hingga memasuki bulan suci Ramadhan, para da’i FDP secara intensif mengunjungi sejumlah keluarga binaan untuk memberikan penguatan akidah, bimbingan ibadah, serta bantuan kebutuhan pokok.

Pembinaan Keluarga Pak Godo Togar: Istiqamah di Tengah Keterbatasan

Di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, Da’i FDP Ustadz Saprianto kembali mengunjungi keluarga Pak Godo Togar. Kunjungan ini merupakan pertemuan kedua yang dilaksanakan pada Februari 2026.

Dalam kesehariannya, Pak Godo bekerja sebagai kuli bangunan dan menerima berbagai pekerjaan kasar demi memenuhi kebutuhan enam orang anaknya. Meski berada dalam keterbatasan ekonomi, semangatnya untuk terus belajar agama tidak pernah surut.

Suasana pembinaan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada makna istiqomah, bahwa menjadi muslim bukan hanya tentang awal hijrah, melainkan kesungguhan menjaga iman sepanjang hayat. Da’i juga membimbing kembali tata cara wudhu, praktik shalat yang benar, bacaan Al-Fatihah, serta doa-doa harian yang dapat diamalkan bersama anak-anak di rumah.

Dalam dialog yang terbuka6, Pak Godo menyampaikan harapannya agar anak-anaknya kelak memiliki pemahaman agama yang lebih baik darinya. Di akhir pertemuan, bantuan sembako dari BAZNAS diserahkan untuk membantu kebutuhan keluarga selama Ramadhan, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Pembinaan Muallaf di Dusun Lae Meang, Desa Mahala

Pada Kamis, 26 Februari 2026, Dai FDP Ustadz Alam Syah melaksanakan pembinaan kepada seorang muallaf, Ibu Rosliana Maharaja, yang berdomisili di Dusun Lae Meang, Desa Mahala, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat.

Sebelum menuju kediaman beliau, da’i terlebih dahulu berbelanja kebutuhan pokok di Sidikalang. Bantuan yang disiapkan meliputi beras, minyak goreng, telur, gula pasir, susu kaleng, bubuk teh, sabun mandi, garam, dan bumbu dapur.

Setibanya di rumah Ibu Rosliana, pembinaan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Materi difokuskan pada penguatan akidah, pemantapan ibadah dasar, serta motivasi agar tetap teguh dalam keimanan meskipun menghadapi tantangan lingkungan.

Bantuan sembako yang diserahkan menjadi wujud nyata kepedulian FDP dalam mendukung keberlangsungan pembinaan spiritual yang dibarengi dengan perhatian terhadap kebutuhan sosial-ekonomi.

Penguatan Tauhid untuk Keluarga Pak Amin di Usia Senja

Agenda pembinaan juga menyasar keluarga Pak Amin, seorang lansia yang tetap bekerja ke ladang demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya yang terdiri dari dua belas anak.

Pertemuan berlangsung khidmat dan penuh haru. Da’i mengingatkan bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk terus belajar dan mendekat kepada Allah. Pembinaan difokuskan pada penguatan tauhid, pemantapan bacaan shalat, serta pembiasaan ibadah harian yang dapat dilakukan bersama keluarga.

Anak-anak Pak Amin turut diajak memahami pentingnya berbakti kepada orang tua serta menjaga shalat sebagai tiang agama. Di akhir kunjungan, bantuan sembako kembali disalurkan untuk membantu kebutuhan keluarga selama Ramadhan.

Kehangatan Pembinaan di Desa Lae Ambat

Pada 27 Februari 2026, pembinaan muallaf di Desa Lae Ambat kembali dilaksanakan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan kali ini terasa istimewa karena Ibu Sorta Berutu hadir bersama sang suami, Bapak Darwin Silaban, yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Kehadiran kepala keluarga dalam majelis pembinaan menjadi simbol kesungguhan membangun rumah tangga di atas pondasi agama yang kokoh. Turut hadir pula Ibu Keppriani bersama kedua anaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Keppriani mengungkapkan rasa syukurnya atas pembinaan yang selama ini dirasakan sangat membantu.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat bahagia sekali dengan adanya pembinaan ini, terkhusus bagi kami yang belum pernah mendapatkan bimbingan jauh setelah kami memeluk agama Islam,” ujarnya.

Materi yang disampaikan meliputi rukun iman, rukun Islam, tata cara bersuci, serta bacaan shalat. Para peserta mengikuti pembinaan dengan penuh antusias tanpa rasa sungkan untuk belajar dari dasar.

Komitmen Pembinaan Berkelanjutan

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Forum Dakwah Perbatasan dalam membangun ketahanan akidah masyarakat perbatasan. Pembinaan tidak hanya berhenti pada ceramah, tetapi dilengkapi dengan dialog, pendampingan personal, serta bantuan sosial sebagai bentuk dukungan konkret.

Ramadhan 1447 H menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus penguatan sosial bagi keluarga-keluarga binaan. Diharapkan, program ini dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga para muallaf dan keluarga dhuafa tidak merasa berjalan sendiri dalam menapaki perjalanan iman mereka. []

Forum Dakwah Perbatasan

Forum Dakwah Perbatasan (FDP) merupakan lembaga sosial keagamaan yang bertujuan untuk menjaga akidah umat Islam di perbatasan. FDP hadir sejak tahun 2015 di Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Subulussalam serta Aceh Tamiang dengan berbagai program yakni beasiswa pendidikan mulai dari pesantren, perguruan tinggi hingga pasca sarjana bagi anak-anak dari perbatasan dan pedalaman Aceh – Sumut, Pembangunan Masjid dan Mushalla di wilayah yang sulit terjangkau, pengobatan masal, pembangunan rumah dhuafa, pemberian modal usaha tanpa riba, penempatan Da’i di pedalaman, penyaluran hewan kurban serta Sekolah kader Da’i.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button