Baiturrahman II di Tiga Lingga
Ini kisah lama tetang zaman rusuh di tahun enam lima hingga tujuh dua, alkisah banyak tentara dari Aceh dan pedagang datang ke tiga lingga. Orang-orang tempatan masih beragama lama, menyembah roh nenek moyang dalam batang kayu dan berhala. Selama orang-orang Aceh berada di sana mengemban tugas negara untuk buat aman, diajaklah mereka masuk Islam, dan itu bukanlah perkara gampang. Namanya tentara dan pedagang soal mundur itu pantang. Ada yang masuk dengan sukarela, namun sebagian besar lewat penalaran. Adalah sebatang pohon raksasa yang mereka percaya tidak bisa ditebang, dan dijadikan sembahan.
Lalu orang tempatan bilang ; kalau bisa dipotong dan tumbang kami akan masuk Islam. Orang Aceh bilang kalau ada yang jualan mestilah ada pembelian.
Pohon pun dipotong dan tumbang, ramai mereka masuk Islam ada yg bilang jumlah sampai ribuan. Jadilah penduduk Tiga Lingga hampir 80 persen beragama Islam. Anak-anak Kawasan itu di sekolahkan ke Aceh, agar pulang membawa cahaya penerang.
Lambat laun orang Aceh di Tiga Lingga banyak yang pulang, tinggalah mereka tanpa ada yang mengajarkan Islam. Datang pendakwah dari agama lain, mereka dikeluarkan dari Islam. Dari 80 persen, kini tinggal 20an persen saja. Tanggungjawab kita untuk mengembalikan Islam disana. FDP berencana menempatkan beberapa orang dai di Kawasan yang terlupakan, salah satunya di Kampung Bukit Sayang.
Mari bergabung bersama FDP untuk membawa suluh penerang.



