Alhamdulillah, menjawab problematika umat di pedalaman, FDP segera menempatkan Da’i muda, Ust Amiruddin, yg kita didik langsung di Markaz FDP Tadrib ad Du’ad wal Muhaffizh Usman Fatmah yg akan bertugas di Desa Lae Itam, Kec. Siempat Nempu Hilir, Dairi.
Desa ini sangatlah terisolir. Warga beragama Islam tidak ramai, itu pun rata2 para mualaf yang keislamannya hampir2 pudar karena tidak ada dai yang membimbing mereka. Di Sana Ada sebuah Masjid yg dibangun atas usaha ahlul khair dari luar daerah. Dengan ada Masjid tsb menjadi symbol bahwa ada Islam disana.
Menurut Ust. Ismail Amin Naibaho (Koordinator FDP wilayah Sumut) yang rajin keliling pedalaman Dairi & Karo untuk menyampaikan Islam, saat Masjid itu diresmikan pada hari jumat, ramai muslim datang.
Namun saat hendak shalat mereka wudhuk pun tidak mengerti, bahkan sesama muslim sekampung tidak tahu bahwa tetangganya juga seorang muslim, baru tahu di hari jumat itu.
Lae Itam kampung terakhir sebelum rimba raya Leuser.
Kalau diterobos hutan jalan kaki akan sampai ke Sungai Alas Leuser Agara.




