BERITA

Mobil Klinik FDP di Bireuen Layani 555 Pasien Korban Banjir, Dominan Keluhan Pernapasan

BIREUEN – Layanan Mobil Klinik yang hadir di lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, Ahad (28/12) melayani sebanyak 555 pasien warga korban dan terdampak banjir di Bireuen, Aceh.

Dari jumlah pasien yang ditangani, keluhan gangguan pernapasan sebagai keluhan kesehatan paling banyak dialami anak-anak korban bencana.

Kondisi lingkungan pascabanjir yang lembap, berlumpur, serta minimnya sanitasi menjadi pemicu utama meningkatnya kasus tersebut.

Selain gangguan pernapasan pada anak, Mobil Klinik juga melayani berbagai keluhan kesehatan lainnya pada pasien dewasa, seperti hipertensi, gatal-gatal, hingga asam urat. Layanan kesehatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (28/12), dengan melibatkan tenaga medis dan relawan dari berbagai lembaga.

Mobil Klinik tersebut merupakan hasil kolaborasi Forum Dakwah Perbatasan (FDP) bersama Forum Dokter Dakwah Indonesia (FDDI), Yayasan Kita, Masjid Raudatul Jannah, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Aceh, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh.

Berdasarkan data pelayanan kesehatan di dua desa terdampak, yakni Gampong Teupin Mane dan Desa Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, tercatat total 207 pasien yang mendapatkan layanan pengobatan. Rinciannya, sebanyak 78 pasien dewasa, 85 anak-anak, serta 44 ibu hamil.

Khusus pelayanan ibu hamil, tim Mobil Klinik telah berkoordinasi langsung dengan bidan setempat guna memastikan penanganan lanjutan berjalan optimal.

Dari data yang dihimpun, di Gampong Teupin Mane terdapat 27 ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan, sementara di Simpang Jaya tercatat 17 ibu hamil.

Ketua FDP dr Nurkhalis yang juga ahli penyakit jantung, mengatakan, layanan Mobil Klinik tersebut diharapkan mampu meringankan beban kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, di tengah kondisi pascabanjir yang masih memerlukan perhatian serius.

“Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik dan memastikan warga terdampak mendapatkan akses kesehatan yang layak,” ujarnya yang juga dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Layanan Mobil Klinik, menurutnya akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak, seiring proses pemulihan pascabanjir di Bireuen dan beberapa daerah lain di Aceh.

Tim medis yang membersamai Mobil Klinik FDP di antaranya, dr. Muntadhar M. Isa, Sp.B, Subsp.Ped(K), dr. Imran,Sp.S, dan dr Nova Roslita, Sp.OG, tenaga bidan dan keperawatan di Puskesmas di kawasan yang dikunjungi.

Forum Dakwah Perbatasan

Forum Dakwah Perbatasan (FDP) merupakan lembaga sosial keagamaan yang bertujuan untuk menjaga akidah umat Islam di perbatasan. FDP hadir sejak tahun 2015 di Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Subulussalam serta Aceh Tamiang dengan berbagai program yakni beasiswa pendidikan mulai dari pesantren, perguruan tinggi hingga pasca sarjana bagi anak-anak dari perbatasan dan pedalaman Aceh – Sumut, Pembangunan Masjid dan Mushalla di wilayah yang sulit terjangkau, pengobatan masal, pembangunan rumah dhuafa, pemberian modal usaha tanpa riba, penempatan Da’i di pedalaman, penyaluran hewan kurban serta Sekolah kader Da’i.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button